(JAKFAR AHMAD - 202031056) matriks
Pengertian Matrik
Matrik adalah susunan bilangan real (kompleks) berbentuk
empat persegi panjang yang dibatasi oleh tanda kurung, ditulis dengan :
Istilah-istilah dalam matrik :
·
Lambang matrik digunakan huruf besar, A, B, C
·
Elemen matrik digunakan lambang huruf kecil, a.
b , c …
·
Bagian mendatar disebut baris
·
Bagian tegak disebut kolom
·
Indeks-I menyatkan baris, indeks-j menyatakan
kolom
·
Jumlah baris=m, jumlah kolom=n
·
Ukuran matrik disebut ordo
· Matrik dengan jumlah baris=m, jumlah kolom=n diebut dengan ukuran (mxn) atau matrik berordo (mxn)
Ø CONTOH
Beberapa istilah yang perlu diketahui ;
- Elemen matrik A dapat
berupa bilangan bulat, desimal, riil atau bilangan kompleks
- Jumlah baris a=4, jumlah
kolom a=5, A berukuran (4x5)
- a32 :
elemen baris ke-3 kolom-2 adalah 0.001
- Elemen-elemen diagonal matrik A : 1, p, Ö3, 1
Matrik Segitiga Atas
A dikatakan matrik segitiga atas, jika A adalah matrik bujur sangkar dimana semua elemen dibawah diagonal utama 0.
Elemen-elemen diagonal utama : 3, 9, -7, 2, 8
Elemen-elemen dibawah diagonal utama 0, maka A matrik
segitiga atas.
Matrik Segitiga Bawah
A dikatakan matrik segitiga atas, jika A adalah matrik bujur sangkar dimana semua elemen diatas diagonal utama 0
Elemen-elemen diagonal utama : 1, 4, 7, 2, 8
Elemen-elemen diatas diagonal utama 0, maka A matrik
segitiga bawah.
Matrik Diagonal = D
A dikatakan matrik diagonal, jika A adalah matrik bujur sangkar dimana semua elemen selain diagonal utama 0, dan elemen diagonal utama tak nol. Matrik demikian diberi lambang D.
Matrik Identitas = I
A dikatakan matrik identitas, jika A adalah matrik bujur sangkar dimana semua elemen selain diagonal utama 0, dan elemen diagonal utama 1. Matrik identitas diberi lambang I..
Transpose Matrik= AT
Transpose matrik A ditulis AT adalah
sebuah matrik yang diperoleh dari A dimana baris AT adalah
kolam A, dan kolom AT adalah baris A. Bila A berukuran (mxn),
AT berukuran (nxm).
Ø
CONTOH:
Matrik Simetris, A=AT
A dikatakan matrik simetris, bilamana A adalah matrik bujur
sangkar dimana, AT=A.
Ø
CONTOH:
Matriks Baris
Matriks Baris adalah matriks yang terdiri dari satu baris
Contoh : A = ( 1
3 4 9)
Matriks Kolom
Matriks Kolom adalah matriks yang terdiri dari satu kolom.
Matriks Nol
Matriks Nol adalah Suatu matriks yang setiap
unsurnya 0 berordo ,ditulis dengan huruf O.
Matriks Skalar
Matriks Skalar adalah matriks diagonal yang unsur-unsur pada
diagonal utama semuanya sama.
Matriks Mendatar
Matriks Mendatar adalah matriks yang banyaknya
baris kurang dari banyaknya kolom.
Matriks Tegak
Matriks Tegak adalah suatu matriks yang
banyaknya baris lebih dari banyaknya kolom.
Matriks Skew Simetris
Matriks Skew Simetris (Anti Simetri), yaitu suatu matriks
persegi yang apabila ditransposkan akan sama dengan negatif dari matriks
semula. Misalkan A adalah matriks persegi. Matriks A dikatakan skew simetris
jika dan hanya jika AT=−A. Syarat lainnya yaitu semua elemen yang berada di
diagonal utama bernilai nol.
OPERASI ARITMATIK MATRIK (1)
(1) Kesamaan, A=B
Matrik, A=[aij] dan B=[bij]
dikatakan sama ditulis A=B jika hanya jika
(1) A
dan B berukuran sama
(2) Setiap
elemen yang seletak nilainya sama, aij = aij ;
Ø Contoh :
A dan B berukuran sama (2x3), tetapi A¹B, karena terdapat elemen
seletak nilainya tidak sama
(2) Perkalian dng skalar, kA
Perkalian matrik, A=[aij] dengan skalar
tak nol k ditulis kA, didefinisikan bahwa setiap elemen A dikalikan dengan
konstanta tak nol k, yakni :
kA=k[aij]=
[kaij]
Ø
Contoh :
OPERASI ARITMATIK MATRIK (2)
(3) Penjumlahan, A+B
(1) Matrik,
A=[aij] dan B=[bij] dikatakan dapat
dijumlahkan ditulis A+B bilamana A dan B berukuran sama.
(2) Bilamana, A+B=C, maka elemen matrik C diberikan,
cij = aij
+ bij
(elemen yang seletak dijumlahkan)
Ø Contoh :
Sifat
Penjumlahan Matrik
Misalkan terdapat matriks A,B,C dan matriks nol O sedemikian rupa sehingga berlaku :
A+B = B+A
A+(B+C) = (A+B)+C
A+O = O+A =
A
A+(−A) = −A+A = O
Sifat
Peekalian Matrik
Misalkan terdapat matriks A,B,C, matriks nol O, matriks
identitas I dan m,n sembarang bilangan bulat yang sedemikian rupa sehingga
berlaku :
OPERASI ARITMATIK MATRIK (3)
(4)
Perkalian Matrik, AB=C
(2) Bilamana, AB=C, maka matrik C=[cij](mxq) dimana elemen cij diberikan oleh :
Ø Contoh :
Diberikan :
DETERMINAN
MATRIK
Fungsi
determinan matrik bujur sangkar A dinyatakan dengan det(A)=|A|, didefinisikan
sebagai jumlahan hasil kali elementer elemen-elemen bertanda A
Kasus n=1
A=[a], det(A) =|a| = a
Kasus n=2
Kasus,
n=3, Metode Sarrus
(–) (–) (–) (+) (+) (+)
(artinya untuk garis yang warna merah itu positif hasilnya dan garis yang warna biru negative hasilnya)
METODE
EKSPANSI LAPLACE
Andaikan,
A=[aij] (nxn) adalah matrik bujur sangkar berordo (nxn).
(1). Minor
elemen matrik A baris ke-i dan kolom ke-j (a-ij) ditulis Mij didefinisikan
sebagai determinan matrik berordo (n-1) x (n-1) yang diperoleh dari A dengan
cara menghilangkan baris ke-I dan kolom ke-j
(2).
Kofaktor elemen matrik A baris ke-i kolom ke-j ditulis C-ij didefinisikan
sebagai :
Ø CONTOH :
Ø CONTOH MINOR:
M23
determinan matrik berordo (3x3) baris ke-2 dan kolom ke-3 dari matrik A
dihilangkan.
M32
determinan matrik berordo (3x3) baris ke-3 dan kolom ke-2 dari matrik A
dihilangkan
DETERMINAN
METODE EKSPANSI LAPLACE
Andaikan,
A=[aij] (nxn) adalah matrik bujur sangkar berordo (nxn), dan
Cij = (-1)i+j Mij adalah
kofaktor elemen matrik A baris ke-i kolom ke-j.
Ø CONTOH :
Hitung det (A) dengan ekspansi kofaktor
Ø CONTOH :
Hitunglah
determinan matrik A
Ekspnasi kofaktor baris
Hitunglah
determinan matrik A
DETERMINAN : METODE CHIO
Andaikan,
A=[aij] (nxn), dan a11 ¹0, maka :
Rumus diatas
dikenal pula dengan, rumus menghitung determinan dengan mereduksi orde / ukuran
matrik. Reduksi ordenya dapat pula menggunakan elemen matrik yang lain, tidak
harus a11.
Ø CONTOH
Hitunglah, det(A) dari :
Jawab :
Jawab :
DEKOMPOSISI MATRIK DAN DETERMINAN
Matrik bujur
sangkar A dikatakan dapat didekomposisi, jika terdapat matrik segitiga bawah L
dan matrik segitiga atas U sedemikian rupa sehingga :
A = LU
Akibatnya :
det(A) = det(L) det (U)
Ø CONTOH:
TEKNIK
MENGHITUNG DEKOMPOSISI, A=LU
(1) Metode Crout, mendekomposisi matrik
yang menghasilkan elemen diagonal utama matrik segitiga atas U adalah satu.
(2) Metode Doollite, mendekomposisi
matrik yang menghasilkan elemen diagonal utama matrik segitiga bawah L adalah 1
(3) Metode Cholesky mendekomposisi matrik
diagonal utama L dan U sama. Metode ini hanya untuk matrik simetris.
(4) Metode Operasi Elementer,
mendekomposisi matrik menjadi segitiga atas atau segitiga bawah
DEKOMPOSISI : METODE CROUT
Rumus umum
untuk mencari L dan U dengan metode Crout adalah :
Kasus n=3
Rumus
perhitungannya :
Ø CONTOH :
Hitunglah
determinan matrik berikut dengan metode dekomposisi
Jawab :
KASUS n=4
: DENGAN METODE CROUT
Rumus
iterasi perhitungannya adalah :
Ø CONTOH :
Hitunglah
determinan matrik berordo (4x4) berikut dengan metode dekomposisi
Jawab :
DEKOMPOSISI : METODE DOOLITTLE
Rumus umum
untuk mencari L dan U dengan metode Doolittle adalah :
Kasus n=3
KASUS n=4
: METODE DOOLITTLE
Rumus
iterasi perhitungannya adalah :
SIFAT-SIFAT DETERMINAN
(1). Jika A
matrik bujur sangkar
maka
det(A) = det(AT)
Ø Contoh :
Menurut
sifat (1), maka :
det(A) = det(AT) = –35
(2). Jika A
dan B adalah matrik bujur
sangkar yang berordo sama maka
det(AB) = det(A) det(B)
Ø Contoh :
(3). Jika A
matrik bujur sangkar yang
memuat baris atau kolom dimana
elemennya 0 atau sebanding, maka
det(A) = 0
Ø Contoh :
(4). Jika A
matrik segitiga atas (bawah)
yang berordo (nxn) dimana
elemen diagonal utama tak nol,
maka :
det(A) = a11a22a33
… ann
Ø Contoh :
(5). Jika A
dan B matrik bujur sangkar yang berordo sama. Jika matrik B
diperoleh dari A dengan cara mengalikan sembarang baris
(kolom) dengan konstanta k tak nol, maka :
det(B) = k det(A)
Operasi elementarnya adalah :
Hi ß k Hi : Baris ke-i
baru = kx baris ke-i lama
Kj ß k Kj : Kolom ke-j
baru = Kx kolom ke-j lama
ØØ Contoh :
det(B) = k1
k2 det (A)
= (2) (3) 21
= 126
(6). Jika A
dan B matrik bujur sangkar yang berordo sama. Jika matrik B
diperoleh dari A dengan cara menukarkan semua elemen
sembarang baris (kolom) , maka
:
det(B) = – det(A)
Operasi elementarnya adalah :
Hi ß Hj : Baris ke-i
baru = baris ke-j lama
Ki ß Kj : Kolom ke-i baru = kolom ke-j lama
Ø CONTOH :
(7). Jika A
dan B matrik bujur sangkar yang berordo sama. Jika matrik B
diperoleh dari A dengan cara mengalikan sembarang baris
(kolom) dengan konstanta k tak nol dan hasilnya dijumlahkan pada baris (kolom) yang lain,
maka :
det(B) = det(A)
Operasi elementarnya adalah :
Hi ß Hi+kHj
:
Baris ke-i baru = Baris ke-i lama + k
baris ke-j lama
Kj ß Kj+k Kj
:
Kolom ke-j baru = kolom ke-j lama + k
kolom ke-i lama
Ø Contoh :
PENGERTIAN
INVERS MATRIK
q Matrik bujur sangkar A dikatakan
mempunyai invers, jika terdapat matrik B sedemikian rupa sehingga :
AB
= BA = I
dimana
I matrik identitas
q B dikatakan invers matrik A ditulis A–1,
maka, AA–1 = A–1A = I
q A dikatakan invers matrik B ditulis B–1,
maka, B–1B= BB–1 = I
q Contoh ; AB = BA = I
Metode Adjoint matrik
Andaikan A matrik bujur sangkar berordo (nxn), Cij=(-1)i+j Mij kofaktor elemen matrik aij, dan andaikan pula det(A)≠0 maka A m
empunyai invers yaitu :
Kasus, n = 2
: maka dimana,
Kasus, n
= 3
Ø Contoh :
KASUS : n =
4
Ø Contoh :
Hitunglah
invers matrik berikut ini :
Ekspansi
baris -1 :
det(a)= M11-2M12+3M13-4M14
=
-10 – 2(5) + 3(9) – 4(2) = –1
Ekspansi
baris-2 :
det(A)= -2M21
+ 3M22 - 5M23 + 5M24
=
-2(-6) –3(4) + 5(-6) –5(-1) = –1
Ekspansi
baris-3 :
det(A)= 3M31-5M32+7M33-4M34
=
3(-8) –5(3) + 7(6) –4(1) = –1
Ekspansi
baris-4 :
det(A)= -3M41+6M42-8M43+6M44
=
-3(-7) +6(2) - 8(5) + 6(1) = –1
Metode operasi
elementer baris
Operasi Elementer baris yang digunakan adalah
:
(1). Hj ß kHj
(2). Hj ß Hi
(3). Hj ß Hj + kHj
Langkah-langkah
sebagai berikut
(1). Bentuk
matrik lengkap [A,I]
(3). A–1 = B
Ø Ø Contoh :
M Matriks asal
I B1 = (1/a11)B1
B2 = B2 - (a21/a11) B1
B3 = B3 - (a31/a11) B1
B2 = (1/a22) B2
B3 = B3-(a32/a22) B2
IInvers (Menggunakan OBE) (Contoh)
Invers OBE (Contoh-1)
Invers OBE (Contoh-2)
Penyelasaian SPL dengan sistem Matriks
• Jika SPL à A X = B
• Maka X = A-1 B
Contoh:
Tentukan nilai x dan y dari SPL berikut
2x
+ y = 5
4x
– 5y = 3
Cari nilai x dan y dengan cara biasa (poin plus)
Contoh:
Tentukan matriks A (2x2) yang memenuhi:
a. A X = B
b. X A = B
Cari A-1 terlebih dulu
a. Jika A X = B maka X = A-1.B
b. Jika X A = B maka X = B.A-1
Nilai
Eigen dan Vektor Eigen
Andaikan A marik bujur sangkar berordo nxn, vektor
taknol x di dalam Rn dikatakan vektor eigen A, jika
tedapat skalar taknol l sedemikian rupa sehingga,
Ax = lx
l
disebut dengan nilai eigen dari A dan
x disebut vektor eigen dari A yang bersesuaian dengan l.
Contoh :
Vektor x = [1,2] adalah vektor eigen dari :
yang bersesuaian dengan nilai eigen, l = 3, karena
Teknik Menghitung Nilai Eigen (1)
Untuk menghitung nilai eigen matrik A yang berorodo
nxn tulislah Ax = lx sebagai,
Ax = lIx
(lI – A)x = 0
Agar supaya l menjadi nilai eigen, maka penyelesaian sistem persamaan linier diatas
haruslah non trivial, dimana syaratnya adalah
Teknik Menghitung Nilai Eigen (2)
Persamaan terakhir adalah polinomial l berderajad n
yang disebut dengan persamaan karakteritik A, sedangkan nilai eigen matrik A
adalah akar-akar persamaan karakteristik A (akar-akar polinomial dalam l).
Langkah-langkah menentukan nilai eigen dan vektor
eigen matrik A adalah :
(1) Bentuk matrik (lI – A)
(2) Hitung determinan, det(lI – A)=0
(3) Tentukan persamaan karakteristik dari, (lI – A) = 0
(4) Hitung akar-akar persamaan karakteristik (nilai lamda)
(5) Hitung vektor eigen dari SPL, (lI – A)x=0
Ø
Contoh:
Carilah nilai eigen dan vektor eigen dari,
Jawab:
Untuk l = 4, diperoleh SPL
Solusi SPL diatas adalah
Jadi vektor eigen untuk l = 4, adalah x
= [5,1]. Sedangkan vektor eigen yang bersesuaian dengan l = –2 adalah, x
= [1,–1].
Ø
Contoh:
Carilah nilai eigen dan vektor eigen dari,
Jawab:
Bentuk, lI – A yaitu,
Persamaan karakteristiknya adalah :
det(lI – A) = l3 – 6l2 + 11l – 6 = 0
Akar-akar persamaan karakteristiknya adalah :
l1 = 1, l2 = 2, dan l3 = 3
Vektor eigen x dari A diperoleh dari :
(lI – A)x = 0
Untuk l = 1, diperoleh SPL
Solusi SPL diatas adalah :
Jadi vektor eigen yang bersesuaian dengan :
l = 1 adalah x = [1,1,1] ;
l = 2 adalah x = [2,3,3] ;
l = 3 adalah x = [1,3,4].
Diagonalisasi
Matrik bujur sangkar A dikatakan
dapat didiagonalisasi jika terdapat matrik P yang mempunyai invers sedemikian
rupa sehingga, P–1AP adalah matrik diagonal. Matrik P
dikatakan mendiagonalisasi A.
Langkah-langkah menentukan matrik P
dan D adalah sebagai berikut :
(1) . Hitung persamaan karakteristik A nilai eigen
(2) . Carilah n vektor eigen bebas linier A sesuai nilai eigen, p1,p2,
... , pn,
(3) . Bantuklah matrik P = [p1 p2
… pn] dan hitunglah P–1
(4) . Hitung, D = P–1AP dengan diagonal
utama, l1,
l2,
… ,ln
Contoh :
Vektor eigen
dan nilai eigennya :
l = 1 adalah x = [1,1,1] ;
l = 2 adalah x = [2,3,3] ;
l = 3 adalah x = [1,3,4].
Ø
Contoh:
Carilah nilai eigen, vektor eigen dan matrik P yang mendiagonalisasi
matrik A, bilamana
Jawab:
Menentukan nilai eigen A dan vektor eigen. Persamaan karakteristik A
diperoleh dari :
Persamaan karakteristiknya adalah : l3 – 12l2 + 45l – 54 = 0. dan akar-akarnya adalah : l1 = l2 = 3, dan l3 = 6. Vektor eigen x dari A diperoleh dari : (lI – A)x = 0
Untuk l = 3, SPL-nya
Solusi SPL-nya adalah
Vektor eigen
p1 = [–2 ,1,0]
p2 = [–2 ,0,1]
Untuk l = 6, SPL-nya
Solusi SPL-nya adalah :
Vektor eigen
p3 = [–1,1,1]
Matrik P yang mendiagonalisasi A adalah :
Diagonalisasi Ortogonal
Matrik bujur sangkar A dikatakan dapat
didiagonalisasi secara ortogonal jika terdapat matrik P yang ortogonal sedemikian
rupa sehingga, P–1AP (=PTAP) adalah matrik
diagonal (elemen matrik D adlah nilai eigen matrik A). Matrik P dikatakan
mendiagonalisasi A secara ortogonal.
Jika A adalah matrik nxn, maka pernyataan berikut
ekivalen yakni :
(1). A dapat didiagonalisasi secara ortogonal,
(2). A matrik simetris,
(3). A mempunyai himpunan ortonormal n vektor
eigen.
Langkah-langkah menentukan matrik P adalah sebagai
berikut :
(1). Carilah n vektor eigen A yang bebas linier, x1,
x2, ... , xn.
(2). Terapkan proses Gram-Schmidt untuk membentuk
basis ortonormal,
dari
vektor basis pada langkah (1).
(3). Bentuk matrik P dari langkah (2), yakni P = [p1
p2 … pn]
Ø
Contoh:
Carilah matrik
P yang mendiagonalisasikan matrik A, secara ortogonal bilamana
Jawab:
Menentukan nilai eigen dan vktor eigen A. Persamaan
karakteristik A diperoleh dari :
Persamaan karakteristiknya adalah : l3 – 3l2 – 9l + 27 = 0. dan akar-akar atau nilai eigennya adalah : l1 = l2 = 3, dan l3 = –3.
Vektor eigen x dari A diperoleh dari
: (lI – A)x = 0
Untuk l = 3, SPL-nya
Solusi SPL-nya adalah :
Vektor eigen
x1 = [1,1,0]
x2 = [–2 ,0,1]
Untuk l = 6, SPL-nya
Solusi SPL-nya adalah
Vektor eigen
x3 = [1,–1,2]
Menentukan P = [p1 p2 p3]
Menghitung p1
Menghitung p2
p2 = v2/|v2|,
dengan v2 = x2 – [x2,p1]p1
v2 = x2
– [x2,p1]p1
=
[–2,0,1] – [–1,–1,0] = [–1,1,1]
Menghitung p3
p3 = v3/|v3|,
dengan :
v3 = x3
– [x3,p1]p1 – [x3,p2]p2
Sehingga, v3 = x3 =
[1,–1,2]
Dengan demikian,


































































































































































































































Komentar
Posting Komentar