Jakfar Ahmad 202031056 BILANGAN REAL
A. Pengertian Bilangan Real
Bilangan riil atau bilangan
real adalah sistem bilangan yang dapat ditulis dalam bentuk desimal. Angka
desimal adalah angka berbasis 10 yang dibentuk dari angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6,
7, 8, 9. Ahli matematika mendefinisikan notasi bilangan real sebagai simbol ℝ.
B.Macam-macam
bilangan real
·
Bilangan Rasional
Yang pertama kali akan kita bahas adalah bilangan
rasional. Bilangan rasional sendiri adalah sebuah bilangan yang dapat
dinyatakan ke dalam bentuk sembarang pecahan ab , dengan beberapa
ketentuan seperti, a dan b adalah bilangan
bulat di mana bilangan a melambang kan pembilang dan b merupakan
penyebut bilangan rasional, dan b ≠ 0.
·
Bilangan Irasional
Bilangan irasional adalah
sistem bilangan yang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan a/b namun
dapat ditulis dalam bentuk desimal. Misalnya:
π (phi) = 3,14159 26535 89793 …
e (euler) = 2,7182818….
·
Bilangan bulat Positif
Bilangan bulat positif adalah bilangan yang bernilai positif dan
dimulai dari bilangan satu ke atas dan seterusnya. Contoh bilangan bulat
positif adalah 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya.
·
Bilangan bulat negatif
Bilangan bulat negatif adalah bilangan yang dimulai dari bilangan
negatif satu ke bawah dan seterusnya. Contoh bilangan bulat negatif adalah -1,
-2, -3, -4, -5, dan seterusnya.
· BILANGAN PECAHAN
Bilangan pecahan merupakan bilangan yang terdiri atas dua angka, yakni angka sebagai pembilang dan angka sebagai pembagi atau penyebut.Bilangan pecahan mempunyai bentuk a/b, di mana a disebut sebagai pembilang, dan b disebut sebagai penyebut dan nilainya tidak boleh 0.Nilai a dan b dalam bilangan pecahan juga saling prima, artinya tidak ada faktor/pembagi yang bisa membagi a dan b sekaligus.
Contoh:
·
BILANGAN CACAH
Bilangan cacah adalah himpunan bilangan bulat yang tidak
negatif, yaitu {0, 1, 2, 3 ...}, atau himpunan bilangan asli ditambah 0.
Bilangan cacah selalu tidak bertanda negatif.
·
BILANGAN NOL
0 (dibaca nol atau kosong) adalah suatu angka dan digit
angka yang digunakan untuk mewakili angka dalam angka. Angka nol memainkan peranan penting dalam matematika sebagai
identitas tambahan bagi bilangan bulat, bilangan real, dan struktur aljabar lainnya.
·
Bilangan Genap
Pengertian
bilangan genap adalah bilangan-bilangan yang akan habis jika dibagi menjadi 2.
Contohnya: Ge = {2, 4, 6, 8, 10, 12, ….
·
Bilangan Ganjil
Pengertian
bilangan ganjil adalah bilangan yang jika dibagi 2 maka akan tersisa 1 atau
bilangan yang dapat dinyatakan dengan 2n-1 dengan n adalah bilangan bulat.
Contohnya: Ga = {-3, -1, 1, 3, 5, 7, 9, 11, …. }
·
Bilangan Prima
Pengertian
bilangan prima adalah bilangan yang tidak dapat dibagi oleh bilangan lainnya
kecuali bilangan itu sendiri dan 1. Contohnya: P = {2, 3, 5, 7, 11, 13, 17,
…..}
· Bilangan Komposit
Pengertian
bilangan komposit adalah bilangan asli yang lebih besar dari 1 tapi bukan
termasuk dalam bilangan prima. Contohnya: K = {4, 6, 8, 9, 10, 12, ….}
. Sifat-Sifat Bilangan
Real
Jika a, b, dan c merupakan
elemen dari himpunan bilangan real, maka berlaku sifat-sifat berikut.
|
Sifat |
Penjumlahan |
Perkalian |
|
Tertutup |
a + b = bilangan real |
a × b = bilangan real |
|
Asosiatif |
a + (b + c) = (a + b) + c |
a × (b × c) = (a × b) × c |
|
Komutatif |
a + b = b + a |
a × b = b × a |
|
Mempunyai unsur identitas |
a + 0 = a |
a × 1 = a |
|
Setiap bilangan punya invers |
a + (−a) = 0 |
a × (1/a) = 1, dengan a ≠ 0 |
|
Distributif |
a × (b + c) = (a × b) + (a × c) |
|
|
Pembagi Nol |
Tidak berlaku |
|
Keterangan:
1. Tertutup: operasi perkalian dan
penjumlahan bilangan real menghasilkan bilangan real.
2. Asosiatif: penjumlahan atau
perkalian tiga buah bilangan real yang dikelompokkan secara berbeda mempunyai
hasil yang sama.
3. Komutatif: pertukaran
letak angka pada penjumlahan dan perkalian bilangan real mempunyai hasil sama.
4. Unsur identitas: operasi
perkalian dan penjumlahan setiap bilangan real dengan identitasnya dapat
menghasilkan bilangan real itu sendiri.
o Identitas
penjumlahan termasuk bilangan real yaitu 0
o Identitas
perkalian termasuk bilangan real yaitu 1
5. Mempunyai
Invers: setiap bilangan real mempunyai nilai invers real terhadap
operasi penjumlahan dan perkalian, suatu bilangan real yang dioperasikan dengan
invers menghasilkan unsur identitasnya.
6. Sifat
Distributif: penyebaran 2 operasi hitung yang berbeda, salah satu
operasi hitung berfungsi sebagai operasi penyebaran dan operasi lainnya digunakan
untuk menyebarkan bilangan yang dikelompokan dalam tanda kurung.
7. Tidak
ada pembagi nol: pembagian bilangan real dengan nol menghasilkan nilai
tidak terdefinisi (undefined).
Pertemuan 2
pembahasan soal pertidaksamaan
Fungsi dalam istilah matematika merupakan pemetaan setiap anggota sebuah himpunan (dinamakan sebagai domain) kepada anggota himpunan yang lain (dinamakan sebagai kodomain).
Anggota himpunan yang dipetakan dapat berupa apa saja (kata, orang, atau objek lain), namun biasanya yang dibahas adalah besaran matematika seperti bilangan riil.
Ada beberapa jenis fungsi, yaitu :
1) Fungsi konstan (fungsi tetap)
Suatu fungsi f : A → B ditentukan dengan rumus f(x) disebut fungsi konstan apabila untuk setiap anggota domain fungsi selalu berlaku f(x) = C, di mana C bilangan konstan. Contoh : f(x) = 5
2) Fungsi linear
Suatu fungsi f(x) disebut fungsi linear apabila fungsi itu ditentukan oleh f(x) = ax + b, di mana a ≠ 0, a dan b bilangan konstan dan grafiknya berupa garis lurus. Contoh f(x) = 3x + 5
3) Fungsi identitas
Suatu fungsi f(x) disebut fungsi identitas apabila setiap anggota domain fungsi berlaku f(x) = x atau setiap anggota domain fungsi dipetakan pada dirinya sendiri.
Grafik fungsi identitas berupa garis lurus yang melalui titik asal dan semua titik absis maupun ordinatnya sama.
4) Fungsi kuadrat
Suatu fungsi f(x) disebut fungsi kuadrat apabila fungsi itu ditentukan oleh f(x) = ax2 + bx + c, di mana a ≠ 0 dan a, b, dan c bilangan konstan dan grafiknya berupa parabola. Contoh : f(x) = 2x² + 3x - 1
5) Fungsi tangga
Suatu fungsi f(x) disebut fungsi tangga apabila grafik fungsi f(x) berbentuk interval-interval yang sejajar.
6) Fungsi mutlak (modulus)
Suatu fungsi f(x) disebut fungsi modulus (mutlak) apabila fungsi ini memetakan setiap bilangan real pada domain fungsi ke unsur harga mutlaknya.
f : x → | x | atau f : x → | ax + b |
f(x) = | x | artinya : f(x) = -x jika x < 0 dan f(x) = x jika x ≥ 0
7) Fungsi ganjil dan fungsi genap
Suatu fungsi f(x) disebut fungsi ganjil apabila berlaku f(–x) = –f(x) dan disebut fungsi genap apabila berlaku f(–x) = f(x). Jika f(–x) ≠ –f(x) maka fungsi ini bukan genap dan bukan ganjil.
grafik fungsi kuadrat
Fungsi
kuadrat adalah sebuah fungsi polinom yang memiliki peubah/variabel dengan
pangkat tertingginya adalah 2 (dua).
Secara
umum fungsi kuadrat memiliki bentuk umum seperti berikut ini:
f(x)
= ax2 + bx + c, a ≠ 0
dengan
f(x) = y yang merupakan variabel terikat, x adalah variabel bebas, sedangkan a,
dan b merupakan koefisien dan c adalah suatu konstanta.
Hal
ini tentunya berbeda dengan yang dinamakan persamaan kuadrat, yang mana
persamaan kuadrat memiliki variabel dengan pangkat tertingginya adalah dua dan
berbentuk persamaan.
Bentuk
umum dari persamaan kuadrat adalah sebagai berikut:
ax2 +
bx + c = 0, a ≠ 0
dengan
x adalah variabel bebas, a dan b adalah koefisien, serta c adalah konstanta.
Kembali
ke materi fungsi kuadrat. Suatu fungsi sangat erat hubungannya dengan grafik
fungsi.
Begitu
pula fungsi kuadrat, yang memiliki grafik fungsinya sendiri. Grafik fungsi
kuadrat berbentuk parabola yang dapat digambarkan menggunakan langkah-langkah
tertentu.
Sifat
Grafik Fungsi Kuadrat
Ada
beberapa sifat dari grafik fungsi kuadrat yang bisa Anda ketahui. Pertama,
grafik terbuka. Grafik ini ditentukan oleh nilai a untuk menentukan hasil ke
arah atas atau bawah. Jika a > 0 maka hasil grafik menunjukkan ke atas,
sementara jika a < 0, maka akan menghasilkan hasil ke bawah atau negatif.
Sifat
kedua dari grafik fungsi kuadrat adalah titik puncak. Apabila grafik
menunjukkan hasil ke bawah, maka titik puncaknya berada di titik maksimum.
Sementara jika grafik terbuka mengarah ke atas, maka titik puncaknya minimum.
Ada lagi sifat grafik berupa sumbu simetri yang akan membagi grafik menjadi dua
bagian di titik puncak.
ada
cara yang dapat digunakan untuk menentukan gambaran umum dari grafik sebuah
persamaan kuadrat dengan cara melihat nilai determinannya. Nilai Determinan
dari sebuah fungsi kuadrat f(x) = ax2 + bx + c adalah D
= b2 – 4ac. Determinan dapat digunakan untuk menyelidiki berapa
banyak akar yang dimiliki sebuah persamaan kuadrat. Selain itu, determinan
dapat digunakan untuk menentukan jenis akar yang dimiliki suatu persamaan
kuadrat.
1. Jika D > 0 maka persamaan
kuadrat memiliki dua akar real berbeda (artinya, grafik akan memotong sumbu x
pada dua titik).
2. Jika D = 0 maka persamaan kudrat
memiliki dua akar real kembar (artinya, grafik akan memotong sumbu x pada satu
titik).
3. Jika D < 0 maka persamaan
kuadrat memiliki akar yang imaginer/tidak real/akar negatif (artinya, grafik
tidak memotong sumbu x).
Nilai
1. Jika a > 0 maka grafik akan
terbuka ke atas.
2. Jika a < 0 maka grafik akan
terbuka ke bawah.
Limit fungsi
Pengertian Limit Fungsi
Limit fungsi adalah perilaku suatu fungsi mendekati suatu nilai tertentu. Jika suatu fungsi memetakan hasil f(x) untuk setiap nilai x, maka fungsi tersebut memiliki limit dimana x mendekati suatu nilai untuk f(x).
Dalam matematika, limit dapat dikatakan sebagai prediksi nilai ordinat yang didapat pada suatu titik. Nilai limit diperoleh dengan pendekatan dari sisi kanan dan sisi kiri. Jika nilai limit dari kiri sama dengan nilai limit dari kanan maka fungsi f(x) mempunyai nilai limit.



















Komentar
Posting Komentar